Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 01 April 2011

Pernapasan buatan untuk orang dewasa dan bayi

Pernapasan buatan atau yang di kenal juga dengan istilah Respiration of Brand sangatlah penting, karena hal itu bisa menyelamatkan nyawa orang yang menderita gangguan pernapasan. Karena itulah saya mencoba memberikan penjelasan bagaimana pernapasan buatan tersebut di lakukan dan bagaimana teknik-teknik nya untuk melakukan pernapasan buatan. Bila dilakukan dengan benar hal ini bisa menyelamatkan nyawa seseorang, dan mungkin saja orang itu adalah orang yang sangat anda sayangi.
Gangguan napas dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya penyakit dan kecelakaan. Gangguan napas bisa berakibat fatal kalau kita tidak tahu cara menolongnya. Gangguan napas yang mungkin saja terjadi di lingkungan atau di rumah kita adalah gangguan akibat suatu kecelakaan atau tersedak, yang dapat menyebabkan terhentinya jantung dan paru.

Bagaimana Gangguan Napas Terjadi?
Berkurangnya oksigen di dalam tubuh kita akan memberikan suatu keadaan yang disebut hipoksia. Hipoksia ini dikenal dengan istilah sesak napas. Frekuensi napas pada keadaan sesak napas lebih cepat daripada keadaan normal. Oleh karena itu, bila sesak napas ini berlangsung lama maka akan memberikan kelelahan pada otot-otot pernapasan. Kelelahan otot-otot napas akan mengakibatkan terjadinya penumpukan sisa-sisa pembakaran berupa gas CO2. Gas CO2 yang tinggi ini akan mempengaruhi susunan saraf pusat dengan menekan pusat napas yang ada di sana. Keadaan ini dikenal dengan istilah henti napas.

Otot jantung juga membutuhkan oksigen untuk berkontraksi agar darah dapat dipompa keluar dari jantung ke seluruh tubuh. Dengan berhentinya napas maka oksigen tidak ada sama sekali di dalam tubuh sehingga jantung tidak dapat berkontraksi dan akibatnya terjadi keadaan yang disebut henti jantung.

Penyebab Henti Napas dan Henti Jantung.
Penyebab henti napas dan henti jantung ini sangat banyak. Setiap peristiwa atau penyakit apapun yang menyebabkan berkurangnya oksigen dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan henti napas dan henti jantung. Penyakit dan keadaan yang dapat menyebabkan henti napas dan henti jantung antara lain:
 a. Penyakit paru-paru, seperti radang paru, TBC, asma, dan bronchitis.
b. Penyakit jantung, seperti jantung koroner, jantung bawaan, dan penyakit jantung lainnya.
c. Kecelakaan lalu lintas yang mengenai rongga dada.
d. Penyakit-penyakit yang mngenai susunan saraf.
e. Sumbatan jalan napas oleh benda asing, misal: tersedak.

Cara Mengatasi Henti Napas dan Henti Jantung
Bila di sekitar Anda ada orang atau bahkan balita Anda sendiri mengalami kecelakaan yang mengakibatkan gangguan pernapasan, apa yang harus Anda lakukan ?

Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang penolong korban henti napas dan henti jantung dalam melakukan tindakan-tindakan bantuan hidup dasar.

1.Airway (Jalan Pernapasan)
Jalan napas korban harus dalam keadaan terbuka. Tujuannya agar oksigen bisa masuk ke tubuh korban.
2.Breathing (Pernapasan)
Tahap ini yaitu memberikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut atau dari mulut ke hidung yang merupakan cara yang paling tepat untuk memasukan oksigen ke paru-paru seseorang.
Pernapasan harus berlangsung terus sampai bantuan tenaga kesehatan datang.
3.Circulation(Sirkulasi)
Darah harus mengalir ke seluruh tubuh supaya oksigen dapat dibawa oleh darah ke semua organ-organ tubuh terutama otak. Caranya dengan melakukan penekanan berulang-ulang pada dada (sebagai pengganti denyut jantung bila berhenti).
Penekanan itu akan membantu agar aliran darah agar tetap mengalir ke otak, paru-paru dan jantung. Anda harus melakukan bantuan pernapasan setiap kali melakukan penekanan pada dada.

Sebelum melakukan langkah-langkah bantuan hidup dasar ini, penolong harus menentukan kesadaran dari korban terlebih dahulu. Cara menentukan kesadaran seseorang korban adalah dengan menilai respon korban terhadap sentuhan atau panggilan dari penolong.

Langkah-langkah bantuan hidup dasar terdiri dari tiga tahap:
a. Memeriksa Jalan Napas

Pada korban yang tidak sadar akan terjadi relaksasi dari otot-otot termasuk otot-otot di dalam mulut. Akibatnya lidah akan jatuh ke bagian belakang dari tenggorokan dan akan menutupi jalan napas. Akibatnya, korban tidak dapat bernapas. Penutupan jalan napas ini juga dapat disebabkan oleh gigi palsu, sisa-sisa muntahan, atau benda asing lainnya.

Di sini penolong memeriksa apakah korban masih bernapas atau tidak. Bila tidak bernapas akibat adanya sumbatan maka penolong harus membersihkan jalan napas ini agar menjadi terbuka.
Caranya :
»  Korban dibaringkan terlentang.

»  Penolong berlutut di samping korban sebelah kanan pada posisi sejajar dengan bahu.

»  Letakkan tangan kiri penolong di atas dahi korban dan tekan kearah bawah dan tangan kanan penolong mengangkat dagu korban ke atas. Tindakan ini akan membuat lidah tertarik ke depan dan jalan napas terbuka serta akan membentuk satu garis lurus sehingga oksigen mudah masuk.

»  Dekatkan wajah Anda ke wajah korban, dengar serta rasakan hembusan napas korban sambil melihat ke arah dada korban apakah ada gerakan dada atau tidak. Bila korban masih bernapas maka:

  •  Baringkan korban di tempat yang aman dan nyaman
  • Jangan dikerumuni
  • Berikan posisi berbaring yang senyaman mungkin bagi korban

Bila Anda tidak dapat mendengar dan tidak merasakan napas korban serta tidak adanya gerakan dada, maka ini menunjukkan bahwa korban tidak bernapas. Setelah itu lakukan langkah kedua.

♦ Melakukan Pernapasan Buatan

Ada dua macam pernapasan buatan, yaitu:

¤ Pernapasan buatan dari mulut ke mulut

- Korban dalam posisi terlentang dengan kepala seperti pada langkah pertama, yaitu kepala mendongak.

- Tangan kiri penolong menutup hidung korban dengan cara memijitnya dengan jari telunjuk dan ibu jari, tangan kanan penolong menarik dagu korban ke atas.

- Penolong menarik napas dalam-dalam, kemudian letakkan mulut penolong ke atas mulut korban sampai menutupi seluruh mulut korban jangan sampai ada kebocoran, kemudian tiupkan napas penolong ke dalam mulut korban secara pelan-pelan sambil memperhatikan adanya gerakan dada korban sebagai akibat dari tiupan napas penolong. Gerakan ini menunjukkan bahwa udara yang ditiupkan oleh penolong itu masuk ke dalam paru-paru korban, dan ini juga berarti oksigen telah masuk ke dalam paru-paru korban.

- Setelah itu angkat mulut penolong dan lepaskan jari penolong dari hidung korban. Hal ini untuk memberi kesempatan pada dada korban kembali ke posisi semua sebelum pernapasan buatan berikutnya diberikan.

¤ Pernapasan buatan dari mulut ke hidung

- Sama dengan cara dari mulut ke mulut, hanya bedanya penolong meniup napasnya melalui hidung korban. Mulutpenolong harus menutupi seluruh hidung korban, sementara meniup napas, mulut korban dalam keadaan tertutup.

- Setelah melakukan langkah ke-2 ini, penolong memeriksa denyut nadi korban melalui denyut nadi yang ada di sebelah kanan dan kiri leher korban. Caranya:

a. Tentukan garis tengah leher yang melewati adam’s apple (jakun)

b. Geser jari penolong ke kiri atau ke kanan sejauh 2 jari. Di situlah tempat meraba denyut nadi leher.

c. Raba denyut nadi leher tersebut dengan menggunakan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah)

Apabila tidak teraba denyut nadi, ini menandakan bahwa jantung korban tidak berdenyut, maka lanjutkan ke langkah 3.

c. Membuat peredaran darah buatan

Tujuan dari langkah ke-3 ini adalah untuk membuat suatu aliran darah buatan yang dapat menggantikan fungsi jantung sehingga oksigen yang diberikan dapat sampai ke organ-organ yang membutuhkan. Adapun mekanismenya sebagai berikut:

♦ Bila dilakukan penekanan pada tulang dada di atas jantung maka darah akan terdorong keluar dari jantung masuk ke jaringan tubuh.

♦ Bila penekanan tersebut dilepaskan maka darah akan terisap kembali ke jantung.

♦ Mekanisme ini sama dengan cara kerja dari jantung saat jantung memompa darah.

Cara membuat peredaran darah buatan

♦ Untuk menentukan letak dari tempat penekanan adalah dengan menelusuri tulang rusuk korban yang paling bawah dari kiri dan kanan yang akan bertemu di garis tengah, dari titik pertemuan itu naik 2 jari kemudian letakkan telapak tangan penolong di atas 2 jari tersebut.

♦ Tangan penolong satunya diletakkan di atas dari telapak tangan di atas 2 jari tadi.

♦ Lakukan penekanan sedalam kira-kira 1/3 dari tingginya rongga dada korban dari atas korban, biasanya antara 3-5 cm dengan kecepatan 80 - 100 kali per menit nya. Usahakanlah lama
"penekanan" dan "pelepasan" pada setiap siklus sama durasi nya, Jangan "mengentak" kebawah, lalu beristarahat. Setelah melakukan 15 kali penekanan, embuskan napas anda ke mulut korban 2 kali. Setelah setiap 4 siklus: 15 kali penekanan dan 2 kali pernapasan, periksa apakah apakah sudah ada denyut dan napas. Teruskan tindakan selama belum ada denyut atau napas
♦ Harus diingat, pada saat melakukan penekanan, siku penolong tidak boleh ditekuk.

Bantuan hidup dasar ini dapat dilakukan oleh satu orang atau bisa juga dilakukan oleh dua orang penolong. Bila hanya satu orang penolong maka kombinasi antara pernapasan buatan dan peredaran darah buatan dilakukan dengan frekuensi 15:2. Artinya 15 kali penekanan dada diberikan 2 kali pernapasan buatan. Bila ada dua orang penolong maka diberikan dengan frekuensi 5:1, yang artinya setiap 5 kali penekanan dada diberikan 1 kali pernapasan buatan. Bantuan hidup dasar ini diberikan oleh penolong sampai tenaga kesehatan datang.
» ♦∞¤√
  Respiration Of Brand For Baby (Pernapasan Buatan Untuk Bayi)

1. Sebelum melakukan pernapasan buatan mulut ke mulut kepada seorang bayi, miringkan telebih dahulu bagian belakang kepalanya untuk membuka jalan pernapasannya. Bila dalam pemeriksaan di temukan adanya benda asing di mulutnya, buang lah benda itu dengan hati-hati dari mulut nya dengan jari anda. Hati-hati jangan sampai makanan atau benda tersebut malah semakin dalam ke jalan pernapasan anak.

2. Periksa dulu denyut pada bagian dalam lengan atas bayi.

3. Untuk melakukan resusitasi jantung paru pada bayi, tutuplah mulut dan hidung nya dengan mulut anda. Embuskan nafas sekali untuk setiap 5 kali penekanan dada, tekanlah dada sedalam kira-kira 1.5 sampai 2.5 cm sekurang-kurangnya 100 kali dalam satu menit, cukup dengan menggunakan dua jari anda saja.
Semoga Artikel ini bermanfaat untuk kita semua.
 Sumber :
  1. Ringkasan Buku Mengatasi Gangguan Pernafasan Kasus Henti Jantung dan Paru, Karangan : dr. Fina Jusuf dari situs promosikesehatan.com.
  2. fajar-arianto.com.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger